Tidak Khawatir

Seorang pemuda miskin Inggris, ingin menjadi orang yang kaya. Ia mengumpulkan uang ponsterling demi ponsterling, bermaksud untuk mengadu nasib di benua Amerika. Dia berpikiran di Amerika banyak pekerjaan untuk membutuhkan tenaganya. Setelah uang terkumpul, lalu ia berkemas meninggalkan negaranya dan pergi untuk naik kapal laut.

Uang yang ia miliki hanya pas-pasan, yaitu hanya untuk beli tiket saja. Hari pertama di dalam kapal, ia merasa lapar, tapi dia tidak memiliki uang yang cukup, akhirnya ia tahan rasa laparnya. Kemudian hari kedua dan terakhir hari ketiga, ia tidak kuat menahan rasa laparnya. Ia berpikir,

“Aku lapar sekali, lebih baik aku turun dan makan, gimana nanti bayarnya, yang penting aku makan.”

Pemuda itu turun ke restoran yang ada di dalam kapal tersebut, dan dia memesan makanan yang sangat banyak. Setelah ia menyantap dengan lahapnya, ia merasa kenyang dan bersikap seperti orang yang punya uang ia memanggil pelayan yang sudah menyiapkan makanannya tadi. “Pelayan berapa jumlahnya yang harus ku bayar ?”, tanyanya dengan sedikit was-was karena kalau tidak dapat membayar ia akan dipukuli oleh “jagoan” kapal atau dimasukkan ke dalam gudang sampai kapalnya berlabuh.

Pelayan menjawab sambil tersenyum,”Tenang tuan, tidak usah membayar satu sen pun. Sebab ketika tuan beli tiket kapal ini, itu sudah termasuk makan 3 kali dalam sehari ! Betapa kagetnya pemuda itu, padahal ia sudah menahan lapar selama 3 hari.

Mungkin kita bisa mengatakan bodoh kepada pemuda itu. kenapa ia tidak bertanya ketika beli tiket itu? Padahal apa yang dialami oleh pemuda itu sering juga kita melakukannya. Kok bisa ? Ya, karena terkadang kita takut akan kebutuhan kita sehari-hari : keperluan anak sekolah, biaya untuk makan, kebutuhan rumah tangga dan berbagai keperluan lainnya. Coba kita renungkan. Tuhan tidak hanya menyediakan surga saja, tetapi seluruh aspek kehidupan kita di dunia ini sudah sediakan olehNya bahkan berlimpah.

Jadi tidak ada alasan lagi untuk cemas/khawatir akan kehidupan ini. Tidak ada lagi untuk takut, karena Allah akan memenuhi segala keperluan kita sesuai porsi yang telah ditentukan. Biarlah Allah yang bekerja dan kita melakukan bagian yang harus kita lakukan yaitu percaya pada janji dan rencanaNya.

Tidak ada yang lebih indah dalam hidup ini, selain percaya dan menyerahkan hidup kita kepadaNya.

About sandymahesta

Tidak banyak berbicara Banyak bekerja Lihat semua pos milik sandymahesta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: